Mahasiswa KKL Dampingi Anak-Anak Membaca, Menulis, dan Menghitung di SD Inpres Umapura: Literasi Dasar sebagai Pondasi Masa Depan Alor
STKIPMUHAMMADIYAHKALABAHI — Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang bertugas di Desa Umapura menjalankan program rutin pendampingan membaca, menulis, dan menghitung bagi peserta didik SD Inpres Umapura. Kegiatan tersebut melibatkan Ismail Leky, Esi Manilapi, Suriati Rahman, Sumantri Salim, serta Widia Wati Djuru sebagai bagian dari pengabdian pendidikan dasar selama masa KKL.(28/01/26)
Program pendampingan dilaksanakan secara berkala di lingkungan sekolah dengan fokus pada penguatan kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas awal hingga kelas menengah. Aktivitas tersebut mencakup membaca suku kata, menulis kalimat sederhana, serta latihan berhitung dasar yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak.
SD Inpres Umapura melayani peserta didik dari latar belakang keluarga nelayan, petani, dan pekerja sektor tenun. Akses terhadap bahan bacaan pendukung serta pendampingan belajar di rumah masih terbatas. Kondisi tersebut menjadikan peran sekolah dan relawan pendidikan sangat penting.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, penguatan literasi dan numerasi pada jenjang sekolah dasar menjadi prioritas daerah seiring penerapan kebijakan peningkatan mutu pembelajaran. Wilayah pesisir Alor Barat Laut termasuk kawasan yang membutuhkan pendampingan intensif pada fase kemampuan baca tulis hitung.
Ibu guru SD Inpres Umapura, Santri Ahmad, menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa KKL dalam kegiatan pembelajaran dasar.
“Pendampingan mahasiswa membantu guru, terutama dalam memberi perhatian lebih kepada anak-anak yang masih kesulitan membaca dan berhitung,” ungkapnya.
Ismail Leky menjelaskan bahwa program pendampingan tersebut dirancang sebagai kegiatan rutin, bukan agenda sesaat.
“Kemampuan baca tulis hitung menjadi dasar semua pelajaran. Mahasiswa sepakat menjadikan pendampingan sebagai program berkelanjutan selama KKL,” katanya.
Esi Manilapi menambahkan bahwa proses mendampingi anak-anak memberi pelajaran sosial yang tidak diperoleh di ruang kuliah.
“Berhadapan langsung dengan anak-anak membuat kami memahami tantangan pendidikan dasar di desa,” ujarnya.
Pendampingan baca tulis hitung di SD Inpres Umapura menunjukkan bahwa KKL berfungsi sebagai jembatan antara teori pendidikan dan praktik lapangan. Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia Alor, penguatan literasi dan numerasi sejak sekolah dasar memiliki dampak jangka panjang terhadap keberhasilan pendidikan menengah dan tinggi. Intervensi pada fase awal lebih efektif dibandingkan perbaikan di jenjang lanjut.
Pendekatan rutin dan konsisten menjadi kunci agar anak-anak membangun kepercayaan diri dalam belajar.
Program pendampingan literasi dan numerasi tersebut selaras dengan berbagai kegiatan pengabdian mahasiswa KKL di Desa Umapura.
Program rutin mahasiswa KKL, anak-anak Umapura mendapat ruang belajar tambahan yang bermakna. Literasi dan numerasi adalah pondasi masa depan generasi Alor.
Penulis : M

0 Komentar