Ticker

10/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


 

Izin Prodi PAI Resmi Diserahkan, STKIP Muhammadiyah Kalabahi Optimis Menatap Status Universitas 2027

Izin Prodi PAI Resmi Diserahkan, STKIP Muhammadiyah Kalabahi Optimis Menatap Status Universitas 2027

STKIPMUHAMMADIYAHKALABAHI – Babak baru dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Alor dimulai hari ini. STKIP Muhammadiyah Kalabahi secara resmi menerima Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1058 Tahun 2026 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). SK itu diserahkan langsung oleh Assoc. Prof. Dr. Benny Prasetya, M.Pd.I di Aula STKIP Muhammadiyah Kalabahi. Penyerahan SK dirangkai dengan Seminar Nasional bertema “Transformasi Pendidikan Islam: Membangun Generasi Unggul, Moderat, dan Berdaya Saing Global dari Kawasan Perbatasan.” Dua agenda ini menjadikan aula kampus penuh oleh unsur persyarikatan, pemerintah daerah, dosen, karyawan, dan mahasiswa. (31/10/2026)


Momen penyerahan SK. Assoc. Prof. Dr. Benny Prasetya, M.Pd.I (kiri) menyerahkan SK Menteri Agama RI kepada Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Alor Drs. Moh. Bajher Kamahi, M.Pd, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) STKIP Muhammadiyah Kalabahi Haji Ishak Djawa, S.Sos, serta Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd.

Dari unsur pemerintah daerah hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Alor Ridwan Iho, S.Sos., M.Pd dan Kepala Kantor Kementerian Agama Alor Hadi Kammis, S.H., M.Pd. Turut hadir Demisioner Ketua PDM Alor H. Husen Tolang, S.H., M.Pd dan Demisioner Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi Marzuki Galeko, S.E., M.Pd.

Selain itu, hadir pula pimpinan Aisyiyah, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dosen, staf, karyawan, segelintir Alumni STKIP Muhammadiyah Kalabahi dan mahasiswa STKIP Muhammadiyah Kalabahi.

Drs. Pahlawan Pakro, M.Ag, anggota Tim Pengusul Prodi Baru S1 PAI sekaligus bagian dari tim dosen PAI, menceritakan awal perjalanan pengajuan prodi ini bersama Dr. Abdullah Rahman Saleh, S.S., M.Pd. Menurutnya, langkah pertama diambil setelah ada keputusan pimpinan kampus pada Februari 2026.

Sambutan oleh  Drs. Pahlawan Pakro, M.Ag

“Awal pengajuan pembukaan prodi baru diawali oleh keputusan ketua pada Februari 2026. Prosesnya sangat cepat,” tuturnya.

Bagian yang paling menyita waktu, lanjutnya, adalah masa tunggu terbitnya SK. Namun, jika dihitung dari awal pengajuan hingga SK diterima, totalnya sekitar delapan bulan. “Kalau dihitung, sudah delapan bulan, dan itu tergolong cepat,” katanya.

Mewakili pimpinan daerah Muhammadiyah, Drs. Moh. Bajher Kamahi, M.Pd membuka rangkaian sambutan dengan ucapan selamat datang kepada tamu dari luar daerah. Ia juga menyampaikan penghargaan atas peran Assoc. Prof. Dr. Benny Prasetya dalam proses perizinan.


Sambutan PDM Alor

“Kami mengucapkan terima kasih atas segala bimbingan, bantuan, dan dukungan Bapak Assoc. Prof. Dr. Benny Prasetya sehingga izin penyelenggaraan prodi PAI ini terbit,” ujarnya.

Ia menyampaikan harapan yang lebih besar. “Ke depan, insya Allah, STKIP ini sudah menjadi universitas secepatnya, tahun depan,” katanya.

Haji Ishak Djawa, S.Sos mengawali sambutannya dengan rasa syukur. Menurutnya, kehadiran langsung Assoc. Prof. Benny Prasetya mengantarkan SK adalah bagian dari rahmat Allah.

Sambutan H. Ishak Djawa, S.Sos

“Atas berkat rahmat Allah, Bapak Prof bisa mengantar langsung SK ini ke Alor,” ucapnya.

Ia menegaskan kondisi kelembagaan kampus. “Di STKIP Muhammadiyah ini, akreditasi lembaganya baik sekali,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa kampus sebelumnya memiliki lima program studi, dan dengan PAI jumlahnya menjadi enam.

Kepada tamu yang datang, ia juga memperkenalkan Alor sebagai daerah yang menyimpan keindahan dan keramahan. “Alor ini alamnya lestari, orangnya ramah. Terima kasih banyak,” katanya.

Sambutan Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi

Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd, menyapa tamu dengan julukan khas Alor. “Selamat datang di Alor, surga di timur matahari,” ucapnya.

Ia memandang kehadiran Assoc. Prof. Benny di kampus sebagai energi sekaligus beban tanggung jawab. “Kehadiran Prof secara langsung di STKIP ini merupakan motivasi besar sekaligus amanah bagi kami untuk membangun dan membuka prodi PAI,” katanya.

Dalam sambutan itu ia menekankan misi kebangsaan. “Kita harus mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya. Ia lalu menyampaikan arah pengembangan prodi: kolaborasi riset dan pengabdian kepada masyarakat (PKM), serta kekhasan yang membedakan PAI di STKIP ini dengan prodi serupa di tempat lain.

“Jadikan PAI rahmatan lil alamin,” pesannya. Ia menambahkan bahwa prodi ini harus menjadi ruang kolaborasi untuk semua etnis dan agama di Alor. “Hadirnya prodi PAI STKIP Muhammadiyah Kalabahi ini merupakan satu tanggung jawab,” tegasnya.

Sambutan Assoc. Prof. Dr. Benny Prasetya, M.Pd.I.

Sambutan terakhir sekaligus penyerahan SK disampaikan Assoc. Prof. Dr. Benny Prasetya, M.Pd.I. Ia mengawali dengan ucapan selamat. “Kami mengucapkan selamat kepada STKIP Muhammadiyah Kalabahi yang sudah mendapatkan izin prodi PAI,” ujarnya.

Ia menegaskan posisi strategis prodi tersebut bagi persyarikatan. “Di Muhammadiyah, prodi PAI itulah ruhnya Muhammadiyah,” katanya. Ia lalu mengingatkan satu nilai yang menurutnya perlu dijaga. “Kuatkan nilai ta’awwun, maka banyak orang akan membesarkan STKIP Muhammadiyah Kalabahi,” pesannya. Ta’awwun berarti tolong-menolong.

Soal peningkatan status kampus, ia ikut menaruh optimisme. “Insya Allah, 2027 sudah menjadi universitas,” ucapnya.

Usai penyerahan SK, Assoc. Prof. Benny Prasetya menyampaikan materi seminar nasional berjudul Transformasi Pendidikan Agama Islam di Era Digital. Pesan yang paling ditekankan menyangkut keberanian memulai.

“Perubahan itu dilakukan kecil saja. Tidak perlu menunggu orang banyak,” ujarnya di hadapan peserta.


Terbitnya SK ini menandai perubahan penting bagi STKIP Muhammadiyah Kalabahi: dari lima menjadi enam program studi, dengan PAI sebagai prodi yang disebut “ruh” Muhammadiyah. Seperti pesan para pembicara, tantangan berikutnya adalah menjadikan PAI rahmat bagi semua melalui kolaborasi riset, PKM, dan nilai tolong-menolong, dimulai dari langkah kecil.

Penulis : Mukmin Amsidi

 

Posting Komentar

0 Komentar