Ticker

10/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


 

Pembersihan Masjid Al-Muanshar Desa Umapura oleh Mahasiswa KKL: Pengabdian Lintas Iman dalam Kehidupan Masyarakat Alor

Pembersihan Masjid Al-Muanshar Desa Umapura oleh Mahasiswa KKL: Pengabdian Lintas Iman dalam Kehidupan Masyarakat Alor

STKIPMUHKAI — Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Desa Umapura menunjukkan praktik nyata pengabdian masyarakat melalui kegiatan pembersihan Masjid Al-Muanshar. Kegiatan tersebut melibatkan Ismail Leky, Esi Manilapi, Suriati Rahman, Sumantri Salim, serta Widia Wati Djuru sebagai bagian dari agenda sosial kemasyarakatan selama masa KKL. (22/01/26)

Masjid Al-Muanshar merupakan salah satu pusat aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat Desa Umapura. Selain fungsi ibadah, masjid juga digunakan sebagai ruang musyawarah warga, tempat pembinaan keagamaan, serta pusat kegiatan sosial pada momentum hari besar Islam. Kebersihan masjid memiliki makna simbolik dan praktis dalam menjaga kenyamanan serta kehormatan ruang bersama masyarakat.

Kegiatan pembersihan dilakukan secara gotong royong, meliputi halaman masjid, ruang utama ibadah, tempat wudu, serta area sekeliling bangunan. Seluruh mahasiswa KKL terlibat aktif tanpa melihat latar belakang agama.

Perlu diketahui, salah satu anggota KKL, Esi Manilapi, beragama Kristen Protestan. Kehadiran dan partisipasinya dalam kegiatan pembersihan masjid memperlihatkan wajah pengabdian yang melampaui batas simbol keagamaan.

Ismail Leky, koordinator mahasiswa KKL Desa Umapura, menegaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kesadaran kolektif.

“Pengabdian masyarakat tidak mengenal sekat. Saat tinggal dan belajar bersama warga, semua ruang publik menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan semangat KKL sebagai proses pembelajaran sosial, bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik.

Pengurus Masjid Al-Muanshar, menyambut baik keterlibatan mahasiswa KKL dalam kegiatan sosial keagamaan.

“Kami melihat mahasiswa bekerja dengan tulus. Kehadiran mereka memberi contoh baik tentang kebersamaan dan saling menghargai,” tuturnya.

Warga sekitar masjid juga menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk pendidikan sosial yang jarang disampaikan melalui ruang kelas formal.

“Anak-anak muda memberi teladan. Agama berbeda tidak menghalangi kerja bersama untuk kepentingan kampung,” ungkap salah satu warga Umapura.

Kabupaten Alor dikenal sebagai wilayah dengan keberagaman agama yang hidup berdampingan secara relatif harmonis. Data Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor menunjukkan keberadaan rumah ibadah berbagai agama tersebar di hampir seluruh kecamatan, termasuk Alor Barat Laut.

Praktik toleransi di tingkat desa menjadi modal sosial penting dalam menjaga stabilitas sosial wilayah kepulauan. Kegiatan mahasiswa KKL di Masjid Al-Muanshar memperlihatkan bahwa nilai toleransi tidak berhenti pada slogan, melainkan diwujudkan melalui kerja nyata.

Kegiatan pembersihan masjid tersebut mencerminkan fungsi strategis KKL sebagai ruang internalisasi nilai kemanusiaan, gotong royong, dan empati lintas iman. Mahasiswa belajar membaca realitas sosial secara langsung, memahami bahwa pengabdian tidak ditentukan oleh identitas, melainkan oleh kepedulian.

Dalam konteks pendidikan tinggi di daerah kepulauan, pengalaman semacam itu membentuk karakter lulusan yang adaptif, inklusif, serta mampu hidup dalam masyarakat multikultural.

Pendekatan praksis melalui kegiatan sosial lebih efektif menanamkan nilai toleransi dibandingkan ceramah normatif yang sering kehilangan konteks.

Kegiatan mahasiswa KKL Desa Umapura juga berkaitan dengan berbagai agenda pengabdian lain yang telah dilaksanakan di wilayah tersebut.

Pembersihan Masjid Al-Muanshar oleh mahasiswa KKL Desa Umapura menegaskan satu pesan penting: pengabdian masyarakat merupakan bahasa kemanusiaan yang dipahami semua orang. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bekerja bersama demi kepentingan bersama.

Di tengah keberagaman Alor, praktik semacam itu menjadi fondasi kuat bagi kehidupan sosial yang damai dan berkelanjutan.

Penulis: M

Posting Komentar

0 Komentar