Ticker

10/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


 

Wakil Ketua I STKIP Muhammadiyah Kalabahi Resmi Menutup Pembekalan KKL, Tekankan Etika, Fakta Lapangan, dan Peran Mahasiswa sebagai Duta Kampus

Wakil Ketua I STKIP Muhammadiyah Kalabahi Resmi Menutup Pembekalan KKL, Tekankan Etika, Fakta Lapangan, dan Peran Mahasiswa sebagai Duta Kampus

Sambutan BPH, di tengah Wakil 1 di samping Kiri Wakil 2

STKIPMUHKalabahi — Pembekalan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) STKIP Muhammadiyah Kalabahi resmi ditutup oleh Wakil Ketua I Yakin A. Asikin, S.Pd.I., M.Pd pada Rabu sore. Kegiatan penutupan berlangsung di Aula STKIP Muhammadiyah Kalabahi setelah rangkaian pembekalan berjalan selama dua hari, sejak 14 hingga 15 Januari 2026. (15/01/26)

Penutupan pembekalan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat akademik. Seluruh rangkaian kegiatan dinilai berjalan lancar, tertib, serta mencapai tujuan pembekalan mahasiswa sebelum terjun langsung ke masyarakat melalui program KKL.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua I menegaskan bahwa KKL adalah momentum penting bagi mahasiswa untuk menguji teori yang telah dipelajari selama perkuliahan.

“Sejak semester satu sampai semester tujuh, mahasiswa mempelajari teori di ruang kelas. Saat turun ke lapangan, mahasiswa akan berhadapan dengan fakta. Tugas mahasiswa adalah mempelajari hubungan antara teori kampus dan realitas masyarakat,” ujar Yakin A. Asikin.

Menurut Yakin A. Asikin, pembekalan KKL bertujuan menyiapkan mahasiswa secara mental, intelektual, serta etis sebelum memasuki ruang sosial masyarakat. Lapangan menjadi ruang belajar lanjutan yang tidak kalah penting dibanding ruang kuliah.

Mahasiswa diharapkan mampu melakukan observasi, analisis, serta refleksi terhadap fenomena sosial, pendidikan, dan budaya yang dijumpai selama pelaksanaan KKL. Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang mempertemukan teori akademik dengan praktik nyata.

“Mahasiswa perlu jujur secara ilmiah. Apakah teori yang dipelajari selama perkuliahan sesuai dengan kondisi lapangan atau justru membutuhkan penyesuaian. Proses belajar tidak berhenti di kampus,” tambahnya.

Selain aspek akademik, Wakil Ketua I juga menekankan pentingnya etika, sikap, serta perilaku mahasiswa selama menjalani KKL. Identitas sebagai mahasiswa STKIP Muhammadiyah Kalabahi disebut melekat kuat dan tidak dapat dipisahkan dalam setiap aktivitas mahasiswa di masyarakat.

“Di jidat kalian tertulis Muhammadiyah dan STKIP Muhammadiyah Kalabahi. Identitas tersebut harus dijaga melalui pola pikir, sikap, dan tingkah laku,” tegasnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa mahasiswa berperan sebagai representasi institusi dan persyarikatan Muhammadiyah. Setiap tindakan mahasiswa akan menjadi cerminan nilai-nilai kampus di mata masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Yakin A. Asikin juga mendorong mahasiswa untuk berperan aktif sebagai duta kampus selama berada di lokasi KKL. Sosialisasi tentang STKIP Muhammadiyah Kalabahi kepada sekolah-sekolah, khususnya SMA dan sederajat, menjadi bagian penting dari kontribusi mahasiswa.

Mahasiswa diminta menyampaikan informasi terkait program studi yang tersedia, antara lain Pendidikan Matematika, PGSD, PKO, PKn, serta TIK yang sedang dalam proses pengajuan.

“Sosialisasikan kepada sekolah-sekolah bahwa STKIP Muhammadiyah Kalabahi memiliki banyak pilihan program studi. Mahasiswa KKL adalah perpanjangan tangan kampus di masyarakat,” ujarnya.

Yakin A. Asikin juga menyampaikan optimisme terhadap peran mahasiswa KKL dalam mendukung regenerasi mahasiswa baru. Setiap mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen promosi positif bagi kampus.

“Kalau satu mahasiswa mampu membawa 70 calon mahasiswa, lalu bertambah dua orang, maka akan menjadi 140. Bismillah, semua berawal dari niat dan usaha,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Pernyataan tersebut disambut antusias oleh peserta pembekalan. Optimisme tersebut mencerminkan strategi penguatan institusi berbasis jejaring mahasiswa dan pengalaman lapangan.

STKIP Muhammadiyah Kalabahi merupakan salah satu Kampus pendidikan tinggi yang berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Alor. Program KKL menjadi sarana strategis untuk membangun relasi antara kampus dan masyarakat, sekaligus memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan lokal.

Mahasiswa KKL diharapkan mampu berkontribusi pada sektor pendidikan, sosial, dan pengembangan masyarakat, khususnya pada wilayah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan dan sumber daya.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kegiatan KKL kerap menghasilkan program pendampingan belajar, penguatan literasi, serta aktivitas sosial berbasis kebutuhan lokal.

Pembekalan KKL memiliki posisi strategis dalam sistem pendidikan tinggi. Mahasiswa tidak hanya diuji dari aspek penguasaan teori, melainkan juga kemampuan adaptasi, komunikasi, dan empati sosial.

Pesan Wakil Ketua I menegaskan bahwa keberhasilan KKL tidak diukur dari laporan semata, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. KKL menjadi ruang pembelajaran dua arah, mahasiswa belajar dari masyarakat, masyarakat memperoleh manfaat dari kehadiran mahasiswa.

Penekanan pada etika dan identitas Muhammadiyah memperlihatkan bahwa pendidikan karakter tetap menjadi fondasi utama dalam proses akademik. Mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, melainkan juga matang secara moral.

Berakhirnya pembekalan KKL, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan seluruh materi yang diperoleh selama dua hari pembekalan. Implementasi di lapangan menjadi tolok ukur keberhasilan kegiatan tersebut.

Pihak kampus berharap mahasiswa mampu menjaga nama baik almamater, membangun komunikasi yang santun dengan masyarakat, serta menghasilkan kegiatan KKL yang berdampak dan berkelanjutan.

“KKL adalah ladang belajar sekaligus ladang amal. Jalani dengan niat baik, sikap baik, dan kerja nyata,” tutup Bapak Yakin A. Asikin.

Penulis : Mukmin

Posting Komentar

0 Komentar