Ticker

10/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


 

Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd, kembali menegaskan bahwa kehadiran dua doktor akan memperkuat pengembangan Kampus

Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd, kembali menegaskan bahwa kehadiran dua doktor akan memperkuat pengembangan Kampus




matematika.stkipmuhkalabahi.ac.id — STKIP Muhammadiyah Kalabahi menggelar acara syukuran dan ramah tamah atas capaian akademik dua dosen tetap yang berhasil meraih gelar doktor. Kegiatan berlangsung di Aula STKIP Muhammadiyah Kalabahi dan dihadiri unsur pimpinan persyarikatan, sivitas akademika, tokoh Muhammadiyah, serta keluarga besar kampus.(10/01/26)

Dua dosen yang meraih gelar doktor tersebut yakni Dr. Abdullah Rahman Saleh, S.S., M.Pd, lulusan Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta, serta Dr. Rahmad Nasir, M.Pd, lulusan Program Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Pencapaian tersebut menjadi catatan penting bagi penguatan sumber daya manusia STKIP Muhammadiyah Kalabahi.

Dalam sambutannya, Dr. Rahmad Nasir, M.Pd mengungkapkan bahwa proses studi doktor merupakan perjalanan panjang selama tiga hingga empat tahun yang menuntut pengorbanan besar.

“Studi doktor membutuhkan energi luar biasa, waktu, tenaga, pikiran, serta pembiayaan yang tidak kecil. Alhamdulillah, janji Allah selalu pasti,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa investasi sumber daya manusia menjadi kunci kemajuan sebuah bangsa. Dr. Rahmad Nasir mengutip kisah Jepang pasca bom atom Hiroshima dan Nagasaki, saat Kaisar Hirohito menanyakan jumlah guru yang tersisa sebagai fondasi kebangkitan bangsa.

“Pendidikan menjadi jalan utama membangun peradaban. Kami berharap ke depan STKIP Muhammadiyah Kalabahi mampu mengirim SDM terbaik ke berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat, Mesir, hingga Malaysia melalui jalur beasiswa,” tambahnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada berbagai pihak yang berkontribusi selama masa studi, mulai dari keluarga, orang tua, istri, anak, hingga para pendiri Muhammadiyah di Alor. Dukungan pimpinan kampus dan persyarikatan dinilai menjadi kekuatan utama menyelesaikan studi.

“Tanpa tanda tangan dan dukungan pimpinan, proses studi terasa sangat berat. Terima kasih kepada Ketua PDM Alor, dosen, tenaga kependidikan, Baznas, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah Alor, serta seluruh hamba Allah yang membantu. Semoga menjadi amal jariah,” tuturnya.

 


Sementara itu, Dr. Abdullah Rahman Saleh, S.S., M.Pd menyampaikan bahwa syukuran digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas capaian akademik tersebut.

“Saya berangkat kuliah lebih dulu, sementara Pak Rahmad lebih dahulu diwisuda. Perjalanan kami penuh cerita. Saat tiba di Universitas Muhammadiyah Jakarta, nama Abah H. Husen Tolang, Abah M. Boy Idris, dan Abah Aksa Kiri disebut sebagai sosok yang mengantarkan STKIP Muhammadiyah Kalabahi dikenal,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa perjuangan meraih gelar doktor tidak dilakukan seorang diri. Doa tulus, hubungan ikhlas, serta dukungan keluarga dan persyarikatan menjadi fondasi utama.

“Berburu telah lewat, susah dan senang terlewati. Bukan hanya kami yang berjuang, melainkan doa-doa tulus dari banyak pihak. Gelar doktor tidak sulit, jalan ceritanya yang penuh tantangan,” katanya.

Dr. Abdullah Rahman Saleh juga menyampaikan komitmen mengabdikan diri sepenuhnya bagi Muhammadiyah dan STKIP Muhammadiyah Kalabahi.

“Kami siap mengabdikan diri seratus persen. Harapan besar kami membangun generasi Alor menjadi guru, politisi, pengusaha, serta SDM unggul lain,” lanjutnya.


 

Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya doktor di lingkungan kampus serta menegaskan kesiapan institusi menyambut kontribusi akademik keduanya.

“Kami siap menerima kembali bapak berdua untuk mengabdikan diri sepenuhnya di STKIP Muhammadiyah Kalabahi. Kehadiran doktor sangat dibutuhkan dalam penguatan Catur Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Muhammad Abdullah.

Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd, kembali menegaskan bahwa kehadiran dua doktor akan memperkuat pengembangan institusi.

“Perjalanan STKIP Muhammadiyah Kalabahi telah melalui tiga periode kepemimpinan. Kami ingin melanjutkan pengembangan kampus. Kehadiran doktor akan sangat membantu penguatan Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Program Studi Manajemen,” jelasnya.

Ia juga mendorong dosen yang sedang menempuh studi magister untuk melanjutkan ke jenjang doktoral. Menurutnya, Muhammadiyah dan Aisyiyah memiliki jaringan lebih dari 160 perguruan tinggi yang membuka peluang studi lanjut, baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Kami telah menjalin komunikasi dengan berbagai universitas, mulai dari UMS, UMM, UMJ, hingga perguruan tinggi di Malaysia, Thailand, dan Singapura. Setelah Idulfitri, utusan Direktur Pascasarjana Universitas Malang dijadwalkan berkunjung untuk membuka peluang kerja sama,” tambahnya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Alor, Drs. Moh. Bajher Kamahi, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas perjuangan kedua dosen tersebut.

“Ada orang yang bersedia meninggalkan keluarga dan kenyamanan demi menempuh studi panjang. Perjuangan tersebut luar biasa dan patut dihargai,” ujarnya.


Tokoh Muhammadiyah Alor, H. Husen Tolang, S.H., M.Pd, turut berbagi pengalaman membangun Muhammadiyah melalui jaringan dan kerja kolektif.

“Muhammadiyah besar karena jejaring, keikhlasan, dan kerja bersama. Pencapaian akademik dosen menjadi modal penting melanjutkan perjuangan tersebut,” katanya.

Berdasarkan data internal kampus, STKIP Muhammadiyah Kalabahi saat ini memiliki lebih dari 630 mahasiswa aktif dengan jumlah dosen tetap sebanyak 31 orang, termasuk dua doktor yang baru diwisuda. Peningkatan kualifikasi dosen menjadi bagian dari strategi jangka panjang penguatan mutu pendidikan tinggi di Kabupaten Alor.

Keberadaan doktor di lingkungan kampus diharapkan mendorong peningkatan kualitas riset, pengabdian masyarakat, serta jejaring akademik nasional dan internasional. Hal tersebut sejalan dengan visi pengembangan STKIP Muhammadiyah Kalabahi menuju universitas Muhammadiyah di masa mendatang.

Syukuran dan ramah tamah wisuda doktor mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya investasi sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah. Kabupaten Alor dengan tantangan geografis dan keterbatasan akses pendidikan memerlukan figur akademisi yang berkomitmen membangun dari dalam.

Penguatan kualifikasi dosen berimplikasi langsung pada mutu lulusan, kualitas riset, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah. Kehadiran doktor dalam bidang manajemen pendidikan membuka peluang reformasi tata kelola pendidikan, penguatan kebijakan akademik, serta peningkatan daya saing institusi.

Penulis: Mukmin 


Posting Komentar

0 Komentar