Ticker

10/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


 

Ismail Leky dan Mahasiswa KKL Desa Umapura Bersama Kepala Dusun Lakukan Penanaman Pohon Nangka

 Ismail Leky dan Mahasiswa KKL Desa Umapura Bersama Kepala Dusun Lakukan Penanaman Pohon Nangka



STKIPMUHKAI – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) STKIP Muhammadiyah Kalabahi Desa Umapura bersama kepala dusun dan warga melaksanakan kegiatan penanaman pohon nangka sebagai bagian dari penguatan ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Kegiatan berlangsung di salah satu lahan milik warga pada wilayah Desa Umapura, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. (21/01/26)

Penanaman dipimpin langsung oleh Ismail Leky bersama rekan-rekan mahasiswa KKL dengan pendampingan bapak dusun setempat. Kegiatan berlangsung pada sore hari dan diikuti oleh sejumlah warga yang turut membantu proses penggalian lubang tanam, penyiapan bibit, serta pengaturan jarak tanam.

Ismail Leky menyampaikan bahwa penanaman pohon nangka dipilih berdasarkan kesepakatan bersama warga desa. Pohon nangka dinilai memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat karena mudah dirawat, tahan terhadap kondisi tanah kering, serta memiliki nilai ekonomi dan gizi.

“Kami berdiskusi dengan bapak dusun dan warga. Pohon nangka menjadi pilihan karena cocok dengan kondisi tanah Umapura dan hasilnya bisa dinikmati dalam jangka panjang oleh masyarakat,” ujar Ismail Leky saat ditemui di lokasi kegiatan.

Kepala dusun Desa Umapura menyambut baik keterlibatan mahasiswa KKL dalam kegiatan berbasis lingkungan dan pangan. Menurutnya, penanaman pohon buah memiliki nilai strategis karena mampu memberi manfaat lintas generasi.

“Pohon nangka bukan hanya untuk hari ini. Lima sampai sepuluh tahun ke depan, anak cucu masih bisa merasakan hasilnya,” kata bapak dusun.

Desa Umapura berada pada wilayah pesisir dengan karakter tanah campuran pasir dan tanah keras. Kondisi tersebut menuntut jenis tanaman yang mampu bertahan dengan ketersediaan air terbatas. Berdasarkan pengalaman warga, nangka menjadi salah satu tanaman yang mampu tumbuh stabil di wilayah tersebut.

Mahasiswa KKL melakukan penanaman dengan sistem lubang tanam dalam dan pemupukan awal menggunakan bahan organik. Metode tersebut disarankan oleh warga setempat yang telah lama berkebun di wilayah pesisir Alor Barat Laut.

Salah satu warga yang ikut terlibat menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa memberi energi baru bagi desa. Warga merasa terbantu karena mahasiswa tidak hanya menjalankan program formal, melainkan juga terlibat langsung dalam kegiatan produktif masyarakat.

“Kami senang mahasiswa turun kebun bersama kami. Rasanya seperti keluarga sendiri,” ujar seorang warga.

Data desa menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Umapura menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan tenun skala rumah tangga. Penanaman pohon buah menjadi salah satu strategi warga untuk menambah sumber pangan sekaligus cadangan ekonomi keluarga.

Kegiatan penanaman pohon juga sejalan dengan program pengabdian mahasiswa KKL STKIP Muhammadiyah Kalabahi yang menekankan pada penguatan potensi lokal. Selain pendidikan dan sosial kemasyarakatan, aspek lingkungan menjadi fokus penting selama pelaksanaan KKL.

Koordinator lapangan KKL Desa Umapura menyampaikan bahwa kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan perawatan berkala. Mahasiswa bersama warga akan memastikan bibit tumbuh dengan baik melalui penyiraman rutin dan perlindungan awal dari ternak.

“Kegiatan tidak berhenti pada tanam. Kami punya komitmen menjaga sampai tumbuh kuat,” ungkapnya.

Dari sisi pendidikan karakter, keterlibatan mahasiswa dalam kerja kebun bersama warga menjadi ruang pembelajaran sosial. Mahasiswa belajar memahami ritme kerja masyarakat desa, sementara warga melihat contoh nyata generasi muda yang peduli lingkungan.

Pengamat lingkungan lokal menilai bahwa kegiatan penanaman pohon buah oleh mahasiswa memiliki dampak ganda. Selain aspek ekologis, kegiatan tersebut memperkuat hubungan sosial dan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keberlanjutan.

“Penanaman pohon di desa pesisir sangat relevan. Akar pohon membantu menjaga struktur tanah, sementara buahnya memberi nilai ekonomi,” ujarnya.

Dokumentasi kegiatan dilakukan oleh tim mahasiswa sebagai arsip desa dan bahan publikasi edukatif. Foto-foto penanaman bersama kepala dusun dan warga menjadi catatan visual kolaborasi antara kampus dan masyarakat.

Kegiatan tersebut juga terhubung dengan rangkaian aktivitas mahasiswa KKL Desa Umapura sebelumnya, seperti kerja bakti pembangunan SMA, survei sosial masyarakat, serta kegiatan edukatif bersama anak-anak desa. Seluruh rangkaian program diarahkan untuk memperkuat ketahanan sosial desa.

Penanaman pohon nangka menjadi simbol keberlanjutan pengabdian mahasiswa. Akar yang ditanam hari tersebut diharapkan tumbuh seiring waktu, sebagaimana hubungan baik antara mahasiswa dan masyarakat Umapura.

Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan pada masa mendatang dengan dukungan lebih luas dari pemerintah desa dan instansi terkait. Program berbasis lingkungan dinilai mampu menjawab tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan desa pesisir.

Kegiatan penanaman pohon nangka bersama kepala dusun, Ismail Leky dan rekan-rekan mahasiswa KKL STKIP Muhammadiyah Kalabahi menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada ruang kelas, melainkan hadir langsung di tanah tempat masyarakat menggantungkan harapan hidup.

Redaksi

Posting Komentar

0 Komentar