Ticker

10/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


 

Gotong Royong Pembangunan SMA Negeri Umapura, Warga dan Mahasiswa KKL Satukan Tenaga Demi Pendidikan Anak Pesisir

Gotong Royong Pembangunan SMA Umapura, Warga dan Mahasiswa KKL Desa Umapura Satukan Tenaga Demi Pendidikan Anak Pesisir



STKIPMUHKAL – Pembangunan gedung Sekolah Menengah Atas di Desa Umapura, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, terus berjalan melalui kerja bakti yang melibatkan perangkat desa, masyarakat setempat bersama mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan STKIP Muhammadiyah Kalabahi. Kegiatan berlangsung dengan suasana kebersamaan dan semangat kolektif yang kuat, menandai keseriusan warga desa dalam menghadirkan akses pendidikan menengah bagi anak-anak pesisir (20/01/26)

Kerja bakti dilaksanakan secara swadaya dengan mengandalkan, pemerintah, tenaga masyarakat, pemuda desa, tokoh adat, serta mahasiswa KKL yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Umapura. Pembangunan SMA tersebut menjadi bagian dari upaya panjang desa agar anak-anak tidak lagi menempuh perjalanan laut untuk melanjutkan pendidikan ke wilayah lain.

Desa Umapura telah memiliki jenjang pendidikan TK, SD, dan SMP. Kehadiran SMA melengkapi rantai pendidikan formal di wilayah tersebut. Tersedianya semua jenjang pendidikan dasar hingga menengah, masyarakat berharap keberlanjutan pendidikan anak dapat terjamin tanpa risiko perjalanan laut yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan utama.

Kepala Desa Umapura, Rahman Kasim, menyampaikan bahwa pembangunan SMA merupakan cita-cita lama masyarakat. Menurutnya, banyak anak Umapura memiliki semangat belajar tinggi, namun terkendala jarak dan kondisi geografis.

“Setiap tahun selalu ada kekhawatiran orang tua ketika anak harus menyeberang laut untuk sekolah. Pembangunan SMA menjadi jawaban atas keresahan bersama. Pendidikan harus dekat dengan anak-anak,” ujar BapaknRahman Kasim saat ditemui di lokasi kerja bakti.

Kerja bakti dilaksanakan dengan sistem pembagian tugas sederhana. Sebagian warga mengangkut pasir dan batu, sebagian menyiapkan adukan semen, sementara kelompok lain membantu penyusunan pondasi dan dinding. Aktivitas dimulai sejak pagi dan berlanjut hingga sore hari menyesuaikan kondisi cuaca serta ketersediaan tenaga.

Mahasiswa KKL STKIP Muhammadiyah Kalabahi turut aktif dalam setiap tahapan kerja. Ismail Leky bersama rekan-rekannya terlihat bergabung dengan warga tanpa sekat. Mereka membantu pekerjaan fisik sekaligus berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

Ismail Leky menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan sekolah memberikan pengalaman berharga. Menurutnya, kerja bakti tersebut menghadirkan pembelajaran sosial yang tidak ditemukan di ruang kuliah.

“Kami belajar tentang nilai gotong royong, tanggung jawab sosial, dan arti pendidikan bagi masyarakat desa. Sekolah yang dibangun hari ini akan menjadi tempat lahirnya generasi masa depan Umapura,” ungkap Ismail.

Partisipasi mahasiswa KKL mendapat apresiasi dari masyarakat. Kehadiran mereka dipandang sebagai bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Warga menilai kehadiran mahasiswa menambah tenaga sekaligus semangat dalam pelaksanaan pembangunan.

Berdasarkan data desa, selama beberapa tahun terakhir sejumlah anak Umapura harus bersekolah ke luar desa bahkan ke pulau lain. Kondisi tersebut menimbulkan beban biaya transportasi serta risiko keselamatan, terutama pada musim gelombang tinggi. Dengan adanya SMA di desa, beban tersebut diharapkan berkurang secara signifikan.

Dari sisi sosial, pembangunan sekolah turut memperkuat solidaritas antarwarga. Kerja bakti menjadi ruang pertemuan lintas generasi. Orang tua, pemuda, dan mahasiswa saling bertukar cerita serta pandangan mengenai masa depan pendidikan desa.

Pemerhati pendidikan lokal menilai bahwa inisiatif warga Umapura patut menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Alor. Pembangunan berbasis partisipasi masyarakat dinilai mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar tanpa menunggu sepenuhnya intervensi eksternal.

Secara geografis, Kabupaten Alor memiliki tantangan kepulauan yang cukup kompleks. Akses pendidikan sering kali dipengaruhi oleh kondisi laut dan keterbatasan transportasi. Kehadiran sekolah di desa-desa pesisir menjadi strategi penting dalam pemerataan layanan pendidikan.

Pembangunan SMA Umapura juga sejalan dengan agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia di Alor. Pendidikan menengah menjadi jembatan menuju pendidikan tinggi maupun dunia kerja. Tanpa akses pendidikan yang memadai, potensi generasi muda berisiko terhambat.

Kerja bakti masih akan berlanjut hingga tahap penyelesaian bangunan. Masyarakat berharap adanya dukungan lanjutan berupa fasilitas belajar, tenaga pendidik, serta perhatian dari pemangku kebijakan agar SMA Umapura dapat segera beroperasi secara optimal.

Mahasiswa KKL dijadwalkan tetap terlibat dalam aktivitas sosial desa selama masa pengabdian. Selain pembangunan fisik, mereka juga merencanakan kegiatan pendampingan belajar bagi anak-anak serta penguatan literasi pendidikan.

Dokumentasi kegiatan kerja bakti dilakukan oleh mahasiswa dan aparat desa sebagai arsip serta bahan laporan. Foto-foto pembangunan sekolah memperlihatkan kebersamaan warga dalam mencampur semen material.

Pembangunan SMA Umapura menunjukkan bahwa pendidikan adalah  tanggung jawab kolektif masyarakat. Semangat gotong royong yang terbangun menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan sekolah di masa mendatang.

Lengkapnya jenjang pendidikan dari TK hingga SMA, Desa Umapura menegaskan komitmen untuk menjaga masa depan anak-anak pesisir. Sekolah yang dibangun melalui kerja bersama tersebut diharapkan menjadi ruang aman bagi tumbuhnya mimpi, pengetahuan, dan karakter generasi Alor berikutnya.

Penulis: M

Posting Komentar

0 Komentar